Monday, June 2, 2014

Kisah Jibril a.s., Kerbau, Kelelawar, dan Cacing


Suatu hari Allah s.w.t. memerintahkan malaikat Jibri a.s. untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah s.w.t. sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril a.s. segera pergi menemui si Kerbau. 

Di siang yang panas itu si kerbau sedang berendam di sungai. Malaikat Jibril a.s. mendatanginya kemudian mulai bertanya kepada si kerbau, "Hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah s.w.t. sebagai seekor kerbau". Si kerbau menjawab, "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah s.w.t. yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, daripada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri". Mendengar jawaban itu Malaikat Jibril a.s. segera pergi menemui seekor kelelawar.

Malaikat Jibril a.s. mendatanginya seekor kelelawar yang siang itu sedang tidur bergantungan di dalam sebuah gua. Kemudian mulai bertanya kepada si kelelawar, "Hai kelelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah s.w.t. sebagai seekor kelelawar". "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah s.w.t. yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar dari pada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya", jawab si kelelawar. Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril a.s. segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.

Malaikat Jibril a.s. bertanya kepada si cacing, "Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah s.w.t. sebagai seekor cacing". Si cacing menjawab, " Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah s.w.t. yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, dari pada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal soleh ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya". 

*Sumber dari tanbihul_ghafilin.tripod.com/himpunan1001kisah.htm

Petua Ubati Demam Dari Rasulullah SAW


Demam itu ialah penyakit yang menyebabkan suhu tubuh melebihi suhu biasa. Jika demikian tiada siapa pun yang tidak pernah merasa demam, namun apakah hakikat penyakit demam itu sebenarnya dari sudut agama dan apakah pula hikmahnya?

Hakikat Demam

Sebuah hadith yang diriwayatkan daripada Ibnu Omar Radhiallahu anhuma mengatakan yang maksudnya :

"Demam berasal dari kepanasan api neraka yang mendidih, maka padamkanlah ia dengan air". (Hadith riwayat Bukhari dan Muslim)

Rasulullah s.a.w bersabda: "Apabila panas demam menimpa seseorang dari kamu sesungguhnya panas demam itu satu potongan dari api neraka maka hendaklah dia memadamkannya dengan air iaitu hendaklah dia mandi di sungai yang mengalir lalu hendaklah menghadap ke arah aliran sungai lalu membaca: (Dengan nama Allah sembuhkanlah hambaMu dan benarkanlah RasulMu). Sesudah solat subuh dan sebelum terbit matahari dan hendaklah dia membenamkan dirinya di dalamnya tiga kali benaman selama tiga hari kalau belum sembuh pada tiga kali maka sembuh pada lima kali maka sembuh pada tujuh kali kalau belum sembuh pada tujuh kali sesungguhnya ia hampir tidak melalui tujuh kali dengan izin Allah".

(Sunan At-Tirmidzi Jilid 3. Hadith Nombor 2166)

Copyright @ 2013 INSANI.